Sabtu, 03 September 2011

Bulan Penuh Berkah

Bulan Ramadhan sudah hampir berakhir. Banyak orang yang bilang bulan Ramadhan itu adalah bulan penuh berkah. Kalau didengarkan sekilas kalimat tersebut sangat biasa. Bahkan tidak terasa 'menohok' seperti saat aku mendengar pepatah2 lama atau kata2 mutiara. Beberapa stasiun TV juga menayangkan kalimat tersebut dikelilingi dengan hiasan bernuansa Islami di sela2 pergantian acara atau iklan.

Sampai suatu hari aku mendapatkan kesempatan untuk merenungi kata2 tersebut. Di titik itu aku merasakah suatu keharuan yang luar biasa. Sambil memperhatikan ksatria kecilku berlarian sambil memegang mobil2annya dan mengoceh nggak karuan, makna mendalam dari kalimat tersebut menerpaku.

Betapa cintaNya kepadaku... kepada kami, ciptaanNya.. seperti saat aku melihat ksatria ku yang berlari kesana kemari sambil sesekali terjatuh sebelum bangkit dan mulai berlari lagi.. Aku membiarkannya berlari, terjatuh, bangkit dan hanya menagawasinya dari jauh, namun siap untuk menolongnya jika dia memanggilku. Seperti itu kah cinta Sang Pencipta kepada ciptaanNya? Aku yakin jauh lebih besar dari itu. Buktinya, Sang Pencipta menyediakan satu bulan penuh selama 30 hari untuk kita mengejar berkah Nya yang berkelimpahan. Tidak hanya itu, di bulan itu juga Sang Pencipta mengurung semua iblis nya untuk memudahkan ciptaanNya mengejar berkahNya. Hampir sama seperti kita memberikan iming2 kepada putra atau seseorang yang kita cintai atau bahkan diri kita sendiri untuk prestasi yang kita harapkan kan... Lalu setelah prestasi tersebut tercapai, apa lagi yang kita harapkan sebagai pemberi hadiah? Melanjutkan prestasi tersebut tentu saja...

Seperti juga saat aku mengawasi ksatria kecilku. Aku membiarkannya berlari, terjatuh, tersenggol, tersakiti dll. Namun aku siap berada di dekatnya jika dia membutuhkanku. Tapi aku ingin dia mengalami segala pangalaman baik dan buruk. Kesenangan berlari dan sakitnya jatuh. Hal ini akan membuat sang ksatria lebih berhati2 dalam melangkah. Kesenangan untuk memanjat dan menyebalkannya jika kaki tersangkut sampai tidak bisa turun. Membuat sang ksatria berpikir sebelum bertindak.

Misalnya saja, sebagai hadiah naik kelas keponakanku sempat dijanjikan sebuah barang jika nilainya baik oleh orang tuanya. Setelah nilai nya yang baik itu tercapai dan barang tersebut dihadiahkan, apa lagi yang diharapkan oleh kakakku selaku orangtuanya? Tentu saja dia dan suaminya mengharapkan sang putra dapat meneruskan prestasinya tersebut di masa2 berikutnya. Sehingga nilainya bagus terus dan bisa menjadi bintang kelas. Pasti itu juga yang kurang lebih diharapkan oleh Sang Pencipta terhadap kita, ciptaanNya. Nah, apakah kita sudah memenuhi harapan tersebut?? Duh, kayaknya jauh deh.. Tapi Sang Pencipta tetap melimpahkan rahmat dan berkahNya seperti tidak terjadi apa2.

Menjelang habisnya bulan penuh berkah ini, aku berharap sepenuh hati supaya aku bisa merasakan bulan penuh berkah berikutnya. Aku merasa bulan ini aku tidak sepenuhnya mengejar semua rahmat dan berkah yang dilimpahkanNya. Aku lebih banyak sibuk dengan kegiatan keduniawian. Semoga di tahun berikutnya aku bisa lebih khusyu dalam menjalankan ibadah ya... Amin...

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Apabila aku melakukan kesalahan, mohon dimaafkan ya.. karena sesungguhnya aku tidak pernah punya keinginan untuk menyakiti... always try to do the best.. masalahnya tidak semua yang terbaik itu bisa diterima juga dengan baik...
Semoga kita bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadhan berikutnya dan menjalankannya dengan lebih tulus dan ikhlas...

Ninil, Franky, Lie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar